Kita berangkat, Fa." Zul berdiri di hadapan Zulfa dengan pakaian rapi. Kemeja biru muda, jeans biru tua, jaket hitam, plus sneaker hitam. Zulfa mendongakan wajahnya, perlahan ia berdiri dari duduknya. "Terimakasih karena Bapak mau mengantar saya ke terminal." Zul tidak menjawab, ia hanya tersenyum tipis saja, lalu ia melangkah mendahului Zulfa. "Buka pintu garasinya, Fa." Mereka ke luar lewat pintu yang menuju garasi, Zul masuk ke dalam mobil, sementara Zulfa membuka pintu garasi. "Kunci pintu tengah dan pintu garasinya, Fa." "Baik Pak," Zulfa mengunci pintu yang menuju ke dalam rumah, lalu mengunci pintu garasi juga. Setelah beres, ia berdiri bingung di sisi mobil. "Ada apa lagi, ada yang ketinggalan?" tanya Zul yang merasa heran dengan sikap Zulfa. "Saya duduk di belakang

